Pilkades Temanggung 2026: 14 Desa Siap Gelar Pemungutan Suara
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, PADANG--Ketua Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Sumatera Barat Boy Lestari Dt Palindih membantah tuduhan daerah tersebut sebagai sarang teroris, karena pernyataan itu dapat meresahkan masyarakat.
"Ini harus saya sampaikan soal Sumbar disebut sarang teroris, sarang radikalisme, pernyataan ini jelas membuat gelisah masyarakat Sumbar. Hal itu tidak benar," katanya kepada pers, Sabtu (28/7/2019).
Menurut dia dalam masyarakat Sumbar hidup bermasyarakat dengan falasafah Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK). Selain itu daerah ini juga memiliki banyak tokoh adat, ulama dan bundo kanduang yang selalu memberikan arahan dan pedoman pada masyarakat
Ia mencontohkan pada pesta demokrasi sekelas pemilihan presiden dan pemilihan umum legislatif yang baru saja berlangsung kondisi Sumbar cukup aman walaupun terjadi persaingan yang cukup tajam antara kedua kubu secara nasional
Bahkan di Sumbar, tidak ada riak yang mengarah pada memecah belah masyarakat. “Namun kita selalu berharap masyarakat Sumbar tidak ikut terprovokasi kepada hal yang mengarah pada memecah belah dan merusak silaturahmi antara masyarakat,” katanya.
Sementara, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Dt M Sayuti juga membantah pernyataan tersebut. Menurut dia kalau benar Sumbar sarang teroris tentu ada titik lokasi yang dijadikan sebagai tempat latihannya.
Ia mengatakan kalau hanya ada penangkapan satu atau dua orang kemudian dikatakan Sumbar sebagai sarang teroris, jelas hal itu tidak benar. “Kita minta para pemimpin di Sumbar [Forkopimda] jangan tinggal diam menyikapi informasi ini namun harus disikapi serius," kata dia.
Kalau perlu, kata dia, pimpinan daerah beramai-ramai datang ke rumah tempat penangkapan terduga teroris itu. "Apa betul tempat itu sarang teroris dan sampaikan ke publik kebenarannya," katanya.
Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Prof Duski Samad mengatakan pada prinsipnya orang Sumbar adalah sosok yang cerdas, jika melakukan sesuatu mereka telah mempertimbangkan karena memiliki kekerabatan yang kuat baik di Sumbar maupun dirantau. "Tentu berbeda dengan teroris yang hidup sendiri dan tidak bermasyarakat," kata dia.
Selain itu secara logika adat dan budaya maupun logika agama tidak mungkin orang minang menjadi teroris. "Kalaupun ada orang minang jadi teroris, itu mungkin orang minang yang telah tercabut dari akar budayanya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui luas sebelum kolaps pada Desember 2018.
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Cristian Romero ditunjuk menjadi kapten baru Argentina setelah Lionel Messi pensiun dari sepak bola internasional.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.
Roberto Mancini gagal membawa Italia menang dalam laga perdananya. Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia di UEFA Nations League.